“Jejak Sejarah Dunia Islam di Mata Seorang Diplomat” adalah sebuah karya Dubes Bunyan Saptomo yang pernah menjabat Konsul Jenderal RI di Vancouver (2005-2008), Direktur urusan Amerika Deplu (2008-2012), dan Dubes RI di Sofia (2012-2016), dan kini Ketua Komisi Luar Negeri MUI (2020-sekarang). Buku ini men-jembatani para akademisi, tokoh politik, peminat tema peradaban Islam, dan maha-siswa (Hubungan Internasional, Sospol, Sejarah, Agama) untuk memahami rang-kaian sejarah peradaban manusia di masa lalu berdasarkan Islamic worldview, seka-ligus untuk melandasi inisiatif mengembangkan peran aktif yang harus dimainkan oleh Dunia Islam untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Buku ini ditulis oleh seorang diplomat yang memiliki analisa tajam, berusaha menelusuri perkembangan peradaban Islam dari masa ke masa. Dubes Bunyan Saptomo, melakukan Close-up perjalanan peradaban Islam, sejak Masa Nabi Muhammad SAW, masa Kekhalifahan Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Abassiyah, dan Turki Usmani, lengkap dengan masa kejayaan maupun keruntuhannya.
Dalam perspektif yang lebih luas, penulisnya juga membandingkan kondisi dunia di luar Islam pada zaman yang sama dari Kekaisaran Romawi Timur dan Kerajaan Persia, Kerajaan Gupta di India, juga mengilustrasikan situasi Kekaisaran di China Tengah yang berada pada masa kegelapan, ketika peradaban Islam mulai bersinar.
Islam sebagai ajaran universal yang “memberikan rahmat bagi semesta alam (Rah-matan lil Alamin) juga diulas dalam konteks tantangan yang dihadapi untuk mewu-judkannya, apalagi sesudah keruntuhan Kekhalifahan Turki Usmani. Pada akhirnya, penulis pun membahas organisasi-organisasi Islam sesudah Perang Dunia II, seperti Konferensi Asia Afrika yang digagas Indonesia dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang dipandang sebagai ikhtiar untuk mewujudkan konsep “Kekhalifahan” dalam konteks dunia modern, seperti menjalin kerjasama antar bangsa, mempro-mosikan perdamaian, bantuan kemanusiaan dan hak-hak semua makhluk.
Insya Allah, buku ini menjadi bacaan yang membangun inspirasi para mahasiswa, ak-tivis ormas, diplomat muda dan pengambil kebijakan, untuk mendorong peran aktif apa yang harus dimainkan oleh Dunia Islam dalam membangun tata dunia baru yang lebih adil, damai dan beradab!