Dalam lima tahun ini, MUI tidak hanya berkutat pada isu domestik, tetapi juga aktif merespons persoalan global. Sikap tegas terhadap isu kemanusiaan Palestina, diplomasi wasathiyah di tingkat internasional, serta kajian dunia Islam menunjukkan bahwa MUI memahami umat sebagai bagian dari komunitas global. Pada saat yang sama, penguatan ekonomi syariah, industri halal, wakaf produktif, dan sertifikasi profesi menjadi ikhtiar nyata membangun kemandirian umat dalam sistem ekonomi modern.
Buku ini lahir sebagai upaya merangkum jejak khidmah kolektif tersebut. la tidak dimaksudkan sebagai daftar prestasi yang menepuk dada, melainkan sebagai catatan perjalanan dan refleksi kolektif. Tulisan dalam buku ini merekam kerja pengkhidmatan para pengurus komisi, badan, dan lembaga (KBL) yang ada di lingkungan MUI-dari fatwa hingga seni budaya, dari dakwah hingga media, dari ekonomi hingga perbaikan akhlak bangsa.
Buku ini dibagi menjadi tiga bab yang disesuaikan dengan bidang KBL di bawah koordinasi tiga Wakil Ketua MUI, yaitu Buya Anwar Abbas (Bidang Satu), Kiyai Marsudi Syuhud (Bidang Dua), dan Buya Basri Bermanda (Bidang Tiga). Setiap bab dalam buku ini menunjukkan bahwa pelayanan MUI dilakukan melalui banyak tangan, banyak pikiran, dan satu tujuan: kesejahteraan rakyat dan integritas bangsa.