INDONESIA merupakan medan da’wah yang amat menantang. Dengan ± 17.000 pulau, kultur (budaya), bahasa, adat-istiadatnya yang beragam, maka INDONESIA adalah ranah tempat menyebar dan menyemai benih-benih risalah bagi para du’at. INDONESIA juga merupakan kancah pergumulan ideologi dalam kurun waktu yang panjang, bahkan hingga sekarang. John Perkins, konsultan bisnis Amerika Serikat secara terbuka dan gamblang memberikan pengakuan dalam bukunya “Confessions of an Economic Hit Man,” bahwa ia disewa oleh kekuatan kapitalisme global untuk merusak dan membuat ekonomi negara-negara berkembang termasuk INDONESIA terjajah dan memiliki ketergantungan ekonomi terhadap asing. (Allahyarham Hussein Umar)
Da’wah adalah pekerjaan besar yang diwajibkan Allah SWT kepada hamba pilihan-Nya. Pahala yang disediakan Allah SWT untuk para pengemban da’wah adalah ridha-Nya. Syaratnya para pengemban da’wah itu harus melaksanakan da’wah hanya karena Allah SWT. la harus menjadikan da’wah benar-benar lillah, benar-benar ikhlas, dan di saat yang sama harus sesuai dengan tuntunan rasulullah SAW. (Abdul Wahid Alwi, MA Sekretaris Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia)
Esensi Islam yang kita da’wahkan tentu tidak boleh berubah dengan apa yang dida’wahkan oleh Rasul dan para Sahabatnya. Namun tentu kita perlu memahami problem-problem yang dihadapi oleh da’wah belakangan ini dan kita hendaknya melakukan revitalisasi dan reposisi gerakan da’wah yang makin menampakkan ciri dan karakter syar’i-Nya.
أن تأتي بالقديم على حقيقة معناه وتغزيته بالعناصر الحديث (شيخ الإسلام ابن تيمية)
Buku ini mengajak kita untuk mencermati masalah sekaligus mengajak mengatasinya dengan media yang tersedia di zamannya. (Ulil Amri Syafri, MA. Ketua STID Mohammad Natsir)