Antropologi Melayu

Antropologi Melayu

 Penulis: Husni Thamrin  Publisher: KALIMEDIA  Telah Terbit: 18/01/2019  ISBN: 978-602-6827-87-6  Laman: 228  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Dimension: 14,5 x 20 cm More Details
 Deskripsi:

Antropologi Melayu memiliki sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya yang diperole diperoleh melalui proses pembelajaran sebuah proses pembelajaran dimulai dari tercetusnya ide, dimulainya aktivitas, dan menghasilkan hasil berupa nilai, perbuatan, artifak, atau karya yang bersifat konkret. Sebagai sistem kebudayaan dari sistem Antropologi Melayu mempunyai sistem bahasa, sistem sosial, sistem politik, sistem kepercayaan, sistem teknologi, sistem pengetahuan dan sistem seni. Sistem kebudayaan Melayu tersebut mencakup ide, aktivitas dan hasil karya budaya Melayu melekat pada nilai dan hasil karya baik berupa fisik dan non fisik. Khusus pada hasil karya non fisik, sifat-sifat kemelayuan dapat ditelusuri melalui hasil karya masyarakatnya berupa cerita, ungkapan, pepatah, perumpamaan, pantun, syair, dan sebagainya. Karya ini menyiratkan norma sopan-santun dan tata pergaulan orang Melayu yang bersumber pada nilai adat dan nilai agamanya.

Kelompok masyarakat Melayu dalam Perspektif Antropologi meliputi mereka yang menghuni Semenanjung Malaya, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung Langkat, Deli Serdang, Palembang, Jambi, Bengkulu, Betawi, Banjar, Minangkabau. Aceh Tamiang, bagian selatan Thailand, pantai selatan Burma, Selatan Veitnam, pulau Singapura, Borneo pesisir termasuk Brunei, Kalimantan Barat, Serawak dan Sabah, Madagaskar, sebagian Afrika Selatan, dan lain-lain yang dikenal sebagai “Alam Melayu. Lokasi ini sekarang merupakan bagian dari Negara Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, Burma, Thailand, Vietnam, Madagaskar dan di Cape Town. Afrika Selatan.

Orang Melayu ditandai paling suka mengembara, suatu ras yang paling gelisah di dunia, selalu berpindah ke mana-mana, dan mendirikan koloni J.C. Van Eerde (1919) menyebutkan bahwa orang Melayu sangat enerjik dan penuh keinginan kuat untuk maju. Identitas orang Melayu jujur dalam berdagang, berani mengarungi lautan, jarang terlibat dalam soal kriminal, sangat suka kepada tegaknya hukum dan bajat yang melekat pada dirinya adalah bidang kesenian, nelayan dan perairan. Adapun ciri-ciri dari bangsa Melayu menurut Antropolog Barat berikut: Seseorang disebut Melayu apabila ia beragama Islam, berbahasa Melayu dalam kesehariannya. dan beradat istiadat Melayu. Adat Melayu itu bersendikan hukum syarak, syarak bersendikan kitabullah. Jadi, orang Melayu adalah etnis yang secara kultural (budaya) dan bukan mesti secara geneologis (persamaan keturunan darah). Orang Melayu berpijak kepada yang Esa. Artinya, la tetap menerima takdir, pasrah, dan selalu bertawakal kepada Allah. Orang Melayu selalu mementingkan penegakan hukum (law enforcement). Orang Melayu mengutamakan budi dan bahasa, hal ini menunjukan sopan santun dan tinggi peradaban orang Melayu.

 Kembali